Monday, June 14, 2010

Kuliner : Marco's Bofet (Old Padang Recipes)


Sabtu siang ini cukup panas.. saking panasnya, yang terpikirkan saya hanya es teh manis ukuran jumbo di resto Padang. Selera makan saya makin ngga terbendung. Di mulut kayaknya udah mulai bisa merasakan bumbu rendang dan sambal ijo yang meluluhkan selera makan saya. Naahh, pas saya laper, pas juga saya berada di Setiabudi One. Tertuju pada sebuah resto namanya Marco's Bufet. Hmm, apa yang spesial di resto ini? Toh ini hanyalah sebuah presentasi makanan masakan Padang layaknya kita mendatangi warung nasi Padang pinggir jalan atau bahkan sekelas Resto Padang Sederhana.
Saya salah! Ambiance musik memang boleh saja konservatif, dengan alunan nada khas kota Padang. Tapi bicara soal interior, modern minimalis sudah menjadi trade mark Marco's Bufet ini. Saya langsung menuju tempat yang biasa saya pesan makanan untuk memilih menu. Namun saya malah di suruh duduk oleh sang waiter. Lho?
Konsep baru. Seru. Ini beda. Klaim si Marco's Bofet, Old Padang Recipes. Bofet yang berarti kedai es dalam bahasa Padang. Marco sendiri adalah seorang chef yang empunya resto. Setelah duduk, saya dihadapkan oleh selembar kertas berwarna merah dengan logo dan tata cara pemesanan makanan.
Food Eating Guide a la Marco’s Bofet :
Step 1, Pilih kuah sesuai selera. Step 2, Tuang ke dalam sepiring nasi bersama dendeng ragi. Step 3, Campur nasi, kuah dan dendeng ragi. Disantap bersama sambal ijo/merah.

Langsung saja saya pesan menu dengan nasi komplit, yang mereka sebut Nasi Sayo, jadi andalan. Harganya cukup 7.500 rupiah saja, saya bisa merasakan gurihnya bumbu dendeng ragi, sambal hijau dan sambal merah serta sayur, dan nasi yang juga tak kalah gurih, dengan pemanis kerupuk. Penyajiannya begitu apik.
Menu makanan langsung di sodorkan oleh sang waitress. Saya memilih lauk yang menjadi pertanyaan pertama yang saya lontarkan kepadanya. "Apa specialties disini?" Coba tengok menu yang satu ini, senilai 35ribu rupiah, udang di olah begitu menggugah selera. Udang Panggang Pacak. Dua udang Ukuran sedang dengan bumbu yang gurih dan enak! Halaman berikutnya, merupakan halaman makanan yang juga tak kalah mengunggah selera saya. Langsung saja saya menunjuk pada Ayam Kalio senilai 12.000 rupiah. Santan kental membaluri si ayam dengan rasa yang delicioso!
Semua menu rasanya kurang lengkap kalau tidak melibatkan si Raja Pop masakan Padang, Ayam Pop! Sambal tomat racikan spesial Chef Marco menjadi bumbu pendamping Ayam Pop ini dengan harga 12.000 rupiah.
Ok. Cukup dengan 3 lauk. Kini, persiapan saya untuk minuman yang dengan sigap saya pilih. Saya menunjuk Es Limo Puruk yang merupakan minuman jeruk limau yang khas dengan rasanya yang menyegarkan. Ngga perlu khawatir, ukuran gelasnya lumayan jumbo dengan ukuran 400ml, dan senilai dengan harganya 18.000 rupiah!
Saya ingin merasakan enclosure dari perdebatan lidah ini dengan sesuatu yang manis sebagai hidangan penutup. 1 halaman penuh di sebuah menu menunjuk pada Martabak Kelapa. 7.500 rupiah kita mendapatkan 4 potong martabak ini dengan rasa yang memang juara.
Ahh.. yumm. Mau mencoba masakan tradisional Padang dengan cita rasa orisinil? Kita bisa langsung menuju setiabudi One, lantai 1.
Marco's Bofet. What a great food with an old recipes with a great taste.

No comments:

Post a Comment